Korea Selatan: Korea Utara Kirim 7.000 Kontainer Amunisi untuk Bantu Rusia dalam Perang Ukraina


Categories :

Korea Utara mengirimkan sekitar 7.000 kontainer berisi amunisi dan kelengkapan militer lainnya ke Rusia semenjak tahun lalu untuk mensupport negara itu dalam perang Ukraina. Yang disampaikan Menteri Pertahanan Korea Selatan Shin Won Sik pada Senin (18/3/2024).

Shin Won Sik menyampaikan pengukurannya sebagian jam sesudah militer Korea Selatan dan Jepang mengatakan Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke perairan timurnya, menambah serangkaian demonstrasi senjata di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara-negara tetangganya.

Semenjak permulaan tahun 2022, Korea Utara telah memakai invasi Rusia ke Ukraina sebagai distraksi untuk meningkatkan uji coba senjatanya dan slot spaceman juga bersekutu dengan Rusia mengenai konflik hal yang demikian, sementara Kim Jong Un mencoba keluar dari isolasi diplomatik dan bergabung dalam front persatuan melawan Amerika Serikat (AS). Yang seperti dikabarkan AP, Selasa (19/3)

Para pejabat AS dan Korea Selatan menuduh Korea Utara memasok peluru artileri, rudal, dan kelengkapan lainnya kepada Rusia dalam sebagian bulan terakhir dan mengatakan transfer senjata hal yang demikian dipercepat sesudah pertemuan Kim Jong Un dan Presiden Vladimir Putin pada September.

Menurut para pejabat Korea Selatan dan ahli swasta, sebagai imbalannya, Korea Utara mungkin menerima bantuan pangan dan ekonomi yang betul-betul diperlukan serta bantuan militer yang bertujuan untuk meningkatkan tenaganya. Bagus Rusia maupun Korea Utara menentang adanya kesepakatan senjata antara kedua negara.

Dalam konferensi pers di Seoul, Shin Won Sik menuturkan pula bahwa militer Korea Selatan yakin Korea Utara, sesudah mulanya mengandalkan kapal, kini semakin banyak memakai jaringan kereta api untuk mengirim pasokan senjata ke Rusia via perbatasan darat mereka.

Sebagai imbalan atas pengiriman sebagian juta peluru artileri dan pasokan lainnya, kata Shin Won Sik, Korea Utara menerima lebih dari 9.000 kontainer Rusia yang kemungkinan berisi bantuan. Ia tak merinci lebih lanjut isi kontainer hal yang demikian.

Pernyataan Shin Won Sik menimbulkan kecurigaan bahwa Rusia mungkin menyediakan bahan bakar bagi Korea Utara, yang adalah pelanggaran kepada sanksi Dewan Keamanan PBB yang secara ketat memegang impor minyak dan produk minyak bumi bagi negara hal yang demikian.

Walaupun kekurangan bahan bakar kemungkinan besar memaksa Korea Utara untuk mengurangi aktivitas pelatihan musim dingin bagi tentaranya dalam sebagian tahun terakhir, Shin Won Sik mengatakan bahwa militer Korea Selatan mengukur bahwa Korea Utara memperluas latihan hal yang demikian pada Januari dan Februari ini.

Eskalasi Ketegangan di Semenanjung Korea

Peluncuran rudal terbaru Korea Utara pada Senin terjadi sebagian hari sesudah selesainya latihan militer gabungan Korea Selatan-AS yang dibeberkan oleh Korea Utara sebagai latihan invasi.

Shin Won Sik mengatakan Korea Utara mungkin akan meningkatkan aktivitas pengujiannya sebelum pemilu parlemen Korea Selatan pada 10 April. Presiden Yoon Suk Yeol yang berhaluan konservatif telah mengambil tindakan lebih keras diperbandingkan pendahulunya yang liberal atas ambisi dan ancaman nuklir Korea Utara.

Permusuhan antar Korea yang terpecah belah imbas perang baru-baru ini semakin memburuk. Kedua negara mengambil langkah-langkah untuk melanggar perjanjian militer bilateral tahun 2018 mengenai pengurangan ketegangan perbatasan. Pada Januari, Kim Jong Un berjanji meninggalkan tujuan rekonsiliasi Korea Utara yang telah lama ada dan menulis ulang konstitusinya untuk mengungkapkan Korea Selatan sebagai musuh yang paling bermusuhan.