Daniele De Rossi Bikin Buffon Terkesan

As Roma

Categories :

Daniele De Rossi berhasil mengangkat laju AS Roma. Pujian pun diberikan oleh Gianluigi Buffon. De Rossi merasa jadi pelatih AS Roma pada pertengahan Januari 2024. Dia mengambil alih Jose Mourinho yang dipecat.

Roma sukses tampil sip di tangan De Rossi. Giallorossi mencatatkan 13 kemenangan, lima imbang, dan empat kekalahan di semua ajang.

“Saya tentu saja tidak terkejut bersama pria itu (De Rossi), karena aku percaya dia bakal menciptakan pertalian empati bersama para pemainnya, lebih-lebih di Roma,” kata Buffon yang dikutip berasal dari Football Italia.

“Tetapi kecuali ada satu hal yang mengejutkan saya, itu adalah caranya yang bagus di dalam membaca beberapa keadaan taktis selama pertandingan, langkah dia menampilkan timnya bersama langkah yang mengeluarkan kebolehan paling baik berasal dari tiap-tiap pemain. Dia pantas meraih banyak pujian atas semua yang dilakukan,” sambungnya.

Roma waktu ini tetap berpeluang untuk finis di empat besar Liga Italia. Lorenzo Pellegrini cs tengah ada di posisi keenam bersama 60 poin, mirip layaknya Atalanta di alur kelima dan tertinggal empat angka berasal dari Bologna di posisi keempat.

Roma juga ada di semifinal Liga Europa. Namun, Roma menelan kekalahan 0-2 pada leg pertama melawan Bayer Leverkusen.

Baca juga:

Frankfurt Vs Leverkusen: Pasukan Xabi Alonso Pesta 5-1

Walah, Gara-gara Klopp, Xabi Alonso Kena Mental dan Enggan Gabung Liverpool

Formasi Pohon Cemara De Rossi yang Tak Mulus Bongkar Juventus

Formasi pohon cemara yang diusung Daniele de Rossi gagal membawa AS Roma kalahkan Juventus. Taktik ini tak berjalan mulus bongkar lini belakang Juventus.

AS Roma vs Juventus berakhir imbang 1-1 di Olimpico pada laga kelanjutan Liga Italia, Senin (6/5/2024) dini hari WIB. Tuan tempat tinggal unggul pernah melalui Romelu Lukaku di menit ke-15. Si Nyonya Tua membalas melalui Bremer pada menit ke-31.

Pada laga ini, Roma tampil terlalu dominan di dalam penguasan bola. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 61 % dibanding bersama Juventus yang cuma 39 persen.

Mereka juga lebih banyak membebaskan tembakan bersama 19 tembakan bersama lima mengarah ke gawang. Juventus yang tak banyak menguasai bola bisa dibilang lebih efisien di dalam menyerang. Mereka bisa melaksanakan enam tembakan ke arah gawang berasal dari 16 percobaan.

Pelatih Roma, Daniele de Rossi ulang memainkan formasi pohon cemara 4-2-3-1 layaknya waktu kalah 0-2 berasal dari Bayer Leverkusen di Liga Europa. Formasi ini sesungguhnya terbilang jarang dimainkan De Rossi. Sebelumnya, ia lebih sering tampil bersama formasi 4-3-3.

Taktik De Rossi ini ulang bekerja tak optimal melawan Juventus. Ia mengungkapkan memanfaatkan formasi 4-2-3-1 demi mengantisipasi Bianconeri yang bermain rapat.

Hal itu tak tak berjalan optimal karena Paolo Dybala dan Tommaso Baldanzi yang bermain di belakang Romelu Lukaku tak cukup cepat mengalirkan bola.

“Dybala dan Baldanzi mempunyai teknik yang hebat, bagus di dalam bermain antar lini, namun mereka tidak miliki kecepatan untuk hadapi pemain, jadi mereka mesti mengakibatkan bola bergerak cepat, memberi umpan dan bergerak, jangan diam,” ujar De Rossi dikutip berasal dari Football Italia.

“Kami mesti memberi sedikit perhatian pada pertahanan Juventus, karena kecuali kami menyerang mereka bersama lambat atau statis, mereka bakal solid,” jelasnya.